I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di zaman yang modern seperti sekarang ini, masyarakat cenderung lebih senang memilih untuk ke dokter dibandingkan menggunakan obat herbal. Padahal dengan obat herbal, kita bisa langsung mencari bahannya serta langsung meramunya dan memakainya. Jadi, kita bisa tahu steril atau tidaknya ramuan itu. Banyak sekali alternatif pilihan di alam ini yang bisa dimanfaatkan sebagai ramuan obat. Namun, masyarakat rupanya kurang peduli akan hal itu. Adapula sebagian orang yang masih menggunakan cara ini. Tapi, kebanyakan dari mereka adalah seorang yang sudah lanjut usia, mungkin hal itu yang menyebabkan masyarakat khususnya remaja sulit untuk kembali menggunakan bahan herbal sebagai obat. Mereka menganggap bahwa hal itu adalah kuno dan jadul. Mereka sudah termakan oleh kemajuan zaman.
Negara Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki iklim tropis, oleh karena itu banyak berbagai jenis tanaman dan tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita, baik itu jenis tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman hias ataupun jenis tanaman liar, contohnya seperti putri malu atau sikejut.
Tanaman ini bisa tumbuh dimana saja dan berkembangbiak dengan sangat cepat. Tanaman ini sangat mudah terkejut apabila mendapat sentuhan sedikit saja apabila bila diraba, daunnya akan merunduk atau menutup, seolah- olah seorang putri yang kelihatan malu-malu bila disentuh oleh sang pangeran. Tetapi apabila tidak disentuh maka daun putri malu tidak akan merunduk atau menutup.
Karena itulah tanaman ini disebut atau dinamakan orang sebagai tanaman putri malu, tetapi selain nama itu tanaman ini juga dikenal oleh sebagian orang dengan sebutan sikejut. Karena tanaman ini mudah terkejut apabila mendapat sentuhan atau ransangan dari luar sedikit saja, maka daunnya akan langsung merunduk.
Banyak orang mengira bahwa putri malu hanya tanaman pengganggu yang sering kali membuat masyarakat kesal karena durinya. Pernyataan itu memang benar, tapi jika kita telaah lebih dalam lagi mengenai tanaman yang satu ini, tanaman ini memiliki banyak sekali khasiat yang mungkin banyak orang belum mengetahui hal tersebut. Salah satu contohnya yaitu sebagai transquilizer (penenang), ekspektoran (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibatuk), antipiretik (penurun panas), dan antiradang.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti apakah khasiat yang terkandung pada rumput putri malu, bagaimana cara mengolah rumput putri malu agar bisa menjadi obat, serta bagaimana cara pemakaian rumput putri malu jika telah menjadi obat.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah khasiat yang terkandung pada rumput putri malu?
2. Bagaimana cara mengolah rumput putri malu agar bisa menjadi obat?
3. Bagaimana cara pemakaian rumput putri malu jika telah menjadi obat?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan penulis dengan tujuan:
1. Mengetahui khasiat yang terkandung pada rumput putri malu.
2. Mengetahui cara mengolah rumput putri malu agar bisa menjadi obat.
3. Mengetahui cara pemakaian rumput putri malu jika telah menjadi obat.
1.4 Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi dan pemikiran mengenai khasiat yang terkandung dalam rumput putri malu serta bagaimana memanfaatkan dan mengolah putri malu agar menjadi obat.
1.5 Batasan Penelitian
Batasan penelitian ini adalah :
1. Penelitian ini dibatasi pada lingkungan SMA Negeri 1 Tumijajar
2. Rumput jenis putri malu saja yang kami teliti dalam penelitian ini.
3. Dalam pemakaian rumput putri malu jangan sembarangan menggunakannya.
II.LANDASAN TEORI
2.1 Definisi tanaman rumput Putri malu
Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.
Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati") . Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut".
Tanaman putri malu atau sikejut adalah suatu jenis tanaman penutup tanah, karena tanaman ini dapat berkembang biak sangat cepat, sehingga menutupi permukaan tanah yang ada disekitar kita. Tanaman putri malu adalah salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam keluarga polongan dari suku tumbuhan sikejut.
2.2 Khasiat yang terkandung pada tanaman rumput Putri malu
a. Sebagai Obat
Tanaman putri malu mempunyai khasiat cukup besar untuk menyembuhkan, berbagai jenis penyakit. Dari daun hingga ke akarnya, tanaman ini berkhasiat untuk transquilizer (penenang), ekspektoran (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibatuk), antipiretik (penurun panas), dan antiradang.
Para ahli pengobatan Cina dan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Indonesia mengindikasikan, putri malu bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain seperti radang mata akut, kencing batu, panas tinggi pada anak-anak, cacingan, imsonia, peradangan saluran napas (bronchitis), dan herpes. Pemanfaatan untuk obat dapat dilakukan dengan cara diminum maupun sebagai obat luar.
Hanya saja pemakaian akar putri malu dalam dosis yang tinggi bisa mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah. Wanita hamil juga dilarang minum ramuan tersebut karena bisa membahayakan janin.
Beberapa penelitian mengenai pengaruh tanaman putri malu (Mimosa pudica L.) terhadap aktivitas susunan saraf pusat telah dilakukan. Diantaranya pada tahun 1966 oleh Rindasari, telah dilakukan pengujian efek ekstrak methanol dan ekstrak air daun putri malu (Mimosa pudica Linn). Setiap ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/KgBB terhadap mencit yang telah diinduksi dengan fenobarbital dosis 125 mg/KgBB.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak air, pada semua dosis yang digunakan, seluruhnya dapat menurunkan kecepatan waktu tidur secara signifikan dan memperpanjang waktu tiur secara signifikan.
Ekstrak methanol pada dosis 400 mg/KgBB dapat menurunkan kecepatan waktu mulai tidur dengan perbedaan yang signifikan dengan kontrol, sedangkan dengan dosis 200 mg/KgBB hanya memperpanjang waktu tidur. Selanjutnya juga terdapat penelitian bahwa rebusan (decoction) putri malu (Mimosa pudica Linn.) yang diberikan secara intraperitoneal dengan dosis 1000-4000 mg/Kg mampu melindungi mencit melawan pentylentetrazol dan strychnin yang menginduksi kejang tetapi tidak berefek melawan picrotoxin yang menginduksi kejang. Ini juga merupakan antagonis N-metil-D-aspartat yang menginduksi perubahan perilaku (turning behavior).
b. Mencegah terjadinya erosi
Setelah dilakukan penelitian-penelitian oleh para ahli dan barulah diketahui kegunaannya serta mamfaatnya yang dapat digunakan oleh manusia, barulah tanaman ini dianggap perlu dan dipelihara terutama sekali untuk tanaman pelindung tanah, guna mencegah terjadinya erosi atau pengikisan tanah oleh air, misalnya disungai.
Bagian tanaman putri malu yang berguna untuk mencegah terjadinya erosi adalah terletak pada akarnya. Putri malu memiliki akar yang sangat kuat yaitu akar pena. Akarnya yang kuat itulah yang dapat menahan tanah dari bahaya erosi atau terkikis habisnya tanah oleh air hujan yang turun dengan deras sehingga dapat menbahayakan lingkungan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Hujan yang turun secara terus menurus juga dapat menimbulkan dapat yang sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup di ala mini. Karena bisa menyebabkan banjir dan terjadinya tanah lonsor yang dapat berakibat fatal khususnya bagi manusia sebagai subjek utama dialam ini. Karena itulah tanaman putri malu mempunyai mamfaat yang sangat besar bagi kita semua.
2.3 Sejarah dan Karakteristik Rumput Putri Malu
Tanaman putri malu berasal dari Amerika Selatan atau tepatnya dari Negara Brasil. Di Brasil tanaman putri malu ini sudah dikenal sejak tahun 1804. Tanaman ini termasuk kedalam jenis tanaman liar, karena tanaman ini jarang atau tidak dipelihara orang secara khusus, dan dapat tumbuh dimana saja, sebab pada waktu itu tanaman ini belum diketahui mamfaat serta kegunaanya bagi manusia.
Negara Brasil adalah suatu Negara yang beriklim panas, karena Negara kita juga mempunyai iklim yang hampir sama dengan iklim dimana asal dari tumbuhan ini, yaitu iklim tropis. Maka tanaman ini juga dapat tumbuh dengan suburnya di Negara kita didaerah mana saja, baik itu pada tanah yang lembab ataupun pada tanah yang gersang sekali pun. Tanaman putri malu dengan mudah dapat hidup dan berkembangbiak dan tampa mengenal musim.
Putri malu atau dalam bahasa latin disebut Mimosa pudica Linn. Adalah tumbuhan dengan ciri daun yang dapat menutup dengan sendirinya saat disentuh dan membuka kembali setelah beberapa lama. Tanaman berduri ini termasuk dalam tanaman berbiji tertutup (angiospermae) dan terdapat pada kelompok tumbuhan berkeping dua atau dikotil.
Tumbuhan berdaun majemuk menyirip dan daun bertepi rata ini memiliki letak daun yang berhadapan serta termasuk dalam suku polong-polongan. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang kemerahmerahan). Bila daun disentuh akan menutup (sensitive plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai.
Gerak tanaman putri malu menutup daunnya disebut dengan seismonati, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerak tigmonasti daun putri malu menutup tidak peduli darimana datangnya arah rangsangan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. Sebutan lokal antara lain Putri malu, si kejut, rebah bangun, akan kaget; Han xiu cao (China).
III.METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Januari-16 Februari 2011 di SMA Negeri 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat.
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Dayamurni, dengan sampel 50 responden yang dipilih secara acak.
3.3 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode deskriptif
(memaparkan).
3.4 Teknik Pengumpulan Data
1. Angket
Teknik ini merupakan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data langsung dari responden. Angket diberikan kepada pelajar SMAN 1 Tumijajar sebanyak 50 orang yang diharapkan mengisi seluruh pertanyaan dengan jujur sesuai dengan pengetahuan mereka mengenai bekatul padi.
Untuk menentukan persentasi keterkaitannya digunakan rumus
2. Observasi
Teknik ini merupakan teknik yang digunakan untuk melihat secara langsung kondisi tanaman rumput Putri malupadi saat masih berada di sawah.
3. Wawancara
Wawancara dilakukan di beberapa tempat. Wawancara pertama dilakukan dengan pihak petani untuk mengetahui secara pasti mengenai tanaman rumput Putri malu. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancaradengan salah satu guru biologi di SMA Negeri 1 Tumijajar untuk mengetahui secara pasti khasiat – khasiat yang terdapat dalam tanaman rumput Putri malu.
4. Dokumentasi
Teknik ini merupakan teknik yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti atau gambaran-gambaran penting yang berhubungan dengan karya tulis.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil angket yang disebar kepada 50 responden yang berada di Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, diperoleh data bahwa 27,33% mengetahui mengenai pemanfaatan rumput putri malu sebagai obat peramu, serta 72,67% menyatakan tidak mengetahu tentang pemanfaatan putri malu sebagai obat peramu.
4.2 Pembahasan
Tanaman putri malu berasal dari Amerika Selatan atau tepatnya dari Negara Brasil. Di Brasil tanaman putri malu ini sudah dikenal sejak tahun 1804. Tanaman ini termasuk kedalam jenis tanaman liar, karena tanaman ini jarang atau tidak dipelihara orang secara khusus, dan dapat tumbuh dimana saja, sebab pada waktu itu tanaman ini belum diketahui mamfaat serta kegunaanya bagi manusia.
Negara Brasil adalah suatu Negara yang beriklim panas, karena Negara kita juga mempunyai iklim yang hampir sama dengan iklim dimana asal dari tumbuhan ini, yaitu iklim tropis. Maka tanaman ini juga dapat tumbuh dengan suburnya di Negara kita didaerah mana saja, baik itu pada tanah yang lebab ataupun pada tanah yang gersang sekali pun. Tanaman putri malu dengan mudah dapat hidup dan berkembangbiak dan tampa mengenal musim.
Oleh karena itu putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.
Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati") . Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut".
Klasifikasi Putri Malu
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotyledonae
Ordo : Rosales
Familia : Mimosaceae
Genus :Mimosa
Spesies : Mimosa Pudica
Deskripsi Morfologi
1. Daun
Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5 - 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6 - 16 mm, lebar 1-3 mm. daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.
2. Batang
Batang tumbuhan putri malu berbeda dengan tumbuhan lainnya, yaitu batang putri malu berbentuk bulat. Pada seluruh batangnya terdapat rambut dan mempunyai duri yang menempel , batang tumbuhan putrid malu dengan rambut sikat yang mengarah secara miring kepermukaan tanah atau kearah bawah.
3. Akar
Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya. Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akar-akar nya teracabut.
4. Bunga
Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan tetapi kelopak bunga putrid malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti selaput putih. Tabung mahkotanya juga berukuran sangat kecil, bertaju empat seperti selaput putih.
5. Buah
Buah putri malu berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil jika disbandingkan dengan buah-buah tumbuhan lainnya.
6. Biji
Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran kecil dan bulat,berbentuk pipih . putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup (Angiospermae) dan berkembangbiak dengan biji.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. ternyata yang terkandung dalam rumput putri malu adalah Tanin, Mimosin, Asam Pipekolinat.
2. ternyata cara meramu tanaman putri malu agar bisa menjadi obat seperti penyakit Susah tidur, batuk berdahak, peruruh air seni,itu cukup mudah cukup di ukur dosisnya dan rebus akar atau daunnya dari tiga gelas air menjadi satu gelas.
3. ternyata cara pemakaiannya jika telah diramu adalah diminum dua kali sehari.
5.2 Saran
Adapun saran yang bisa diberikan dalam penelitian ini adalah:
- jika anda semua ingin mengkomsumsi tanaman putri malu sebagai obat tolong perhatikan dosisnya.
- jangan mengkomsumsi tanaman putri malu ini sebagai obat jika anda sedang hamil karena bisa menyebabkan kematian pada janin.
- jangan mengkomsusi tanaman putri malu sampai ketinggian dosis karna bisa menyebabkan anda overdosis, dan muntah-muntah.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1996, Materia Medica Indonesia Jilid VI, 158-162, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Widodo M. Saleh (Sarjana Pertanian IPB) dan Soediartoe Ahmad (Sarjana Pertanian IPB/Ahli taksonomi), 1980, “Tanaman Penutup Tanah”
http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1024&bih=574&q=PENGERTIAN+TANAMAN+PUTRI+MALU&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=9798f548f006646a
Maaf, karya tulis ini salah kaprah.
ReplyDeletePada "BAB Pembahasan" sama sekali tidak terdapat jawaban untuk setiap rumusan masalah.
Selain itu, isi "BAB Kesimpulan dan Saran" sangat tidak mengarah pada isi "BAB Pembahasan"
Karya tulis Anda ini proses penelitiannya salah, namun saya akui bahwa "BAB Kesimpulan dan Saran" ada benarnya.
Tapi, jika proses penelitian salah, akan membuat pembaca tidak percaya pada karya tulis Anda.
Mohon segera diperbaiki agar tidak terjadi kesalahpahaman. terima kasih.